TELAAH KRITIS TENTANG MODEL
PENDEKATAN PENELITIAN
KUALITATIF DAN KUANTITATIF
KUALITATIF DAN KUANTITATIF
KARAKTERISTIK
PENELITIAN
Penelitian kualitatif memiliki sejumlah ciri yang
membedakannya dengan penelitian jenis lainnya. Dari hasil penelaahan
kepustakaan ditemukan bahwa Boghan dan biklen (1982-27-30) mengajukan lima buah
ciri, sedang Licholn dan Guba (1983) mengulas sepuluh buah ciri penelitian
kualitatif. Uraian di bawah ini merupakan hasil pengkajian dan sintesis kedua
versi tersebut, yaitu:
Latar Alamiah
Penelitian kualitatif melakukan penelitian pada latar
alamiah atau pada konteks dari suatu keutuhan (entity). Hal ini
dilakukan, menurut Licholn dan Guba (1985:39), karenaontologi alamiah
menghendaki adanya kenyataan-kenyataan sebagai keutuhan yang tidak dapat dipahami
jika dipisahkan dari konteksnya. Menurut mereka hal tersebut didasarkan atas
beberapa asumsi :
Tindakan pengamatan mempengaruhi apa yang dilihat,
karena itu hubungan penelitian harus mengambil tempat pada keutuhan-dalam
konteks untuk keperluan pengamatan.
Konteks sangat menetukan dalam menetapkan apakah suatu
penemuan mempunyai arti bagi konteks lainnya, yang berarti bahwa suatu fenomena
harus diteliti dalam keseluruhan pengaruh lapangan; dan Sebagian struktur
nilai kontestual bersifat determinatif terhadap apa yang akan dicari.
Manusia Sebagai Instrumen
Dalam penelitian kualitatif, peneliti sendiri atau
dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama. Hal itu
dilakukan karena, jika memanfaatkan alat yang bukan-manusia dan
mempersiapkannya terlebih dahulu sebagai lajim digunakan dalam penelitian
klasik, maka sangat tidak mungkin untuk mengadakan penyeseuaian terhadap
kenyataan-kenyataan di lapangan. Hanya manusia sebagai
insrumen pulalah yang dapat menilai apakah kehadirannya menjadi faktor
pengganggu sehingga apabila terjadi hal yang demikian ia pasti dapat
menyadarinya serta dapat mengatasinya.
Metode Kualitatif
Penelitian kualitatif
menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif ini digunakan karena beberapa
pertimbangan, yaitu :
Pertama, menyesuaikan metode
kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan-ganda; Kedua, metode
ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden;
dan ketiga, metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri
dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap bersama dan terhadap
pola-pola nilai yang dihadapi.
Analisis Data Secara Induktif
Dengan menggunakan analisis secara
induktif, berarti bahwa pencarian data bukan dimaksudkan untuk membuktikan
hipotesis yang telah dirumuskan sebelum penelitian diadakan. Analisis ini lebih
merupakan pembentukan abstraksi berdasarkan bagian-bagian yang telah
dikumpulkan, kemudian dikelompok-kelompokkan. Jadi penyusunan teori di sini
berasal dari bawah ke atas, yaitu dari sejumlah bagian yang banyak data yang
dukumpulkan dan yang saling berhubungan.
Jika peneliti merencanakan untuk menyusun teori, arah
penyusunan teori tersebut akan menjadi jelas sesudah data dikumpulkan. Jadi peneliti
dalam hal ini menyusun atau membuat gambaran yang makin menjadi jelas sementara
data dikumpulkan dan bagian-bagiannya diuji. Dalam hal ini peneliti tidak
berasumsi bahwa sudah cukup yang diketahui untuk memahami bagian-bagian penting
sebelum mengadakan penelitian.
Deskriptif
Data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan
bukan angka-angka. Hal ini disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif.
Selain itu, semua yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa
yang sudahditeliti. Pada penulisan laporan,
peneliti menganalisis data yang sangat kaya tersebut dan sejauh mungkin dalam
bentuk aslinya. Hal itu hendaknya dilakukan seperti orang merajut sehingga
setiao bagian telaah satu demi satu. Pertanyaan dengan kata lain “mengapa” ,
“alasan apa” dan “bagaimana terjadinya” akan senantiasa dimanfaatkan oleh
peneliti.
Lebih Mementingkan Proses daripada
Hasil
Penelitian kualitatif lebih banyak mementingkan segi
“proses” daripada “hasil”. Hal ini disebabkan oleh hubungan bagian-bagian yang
sedang diteliti akan jauh lebih jelas apabila diamati dalam proses. Bogdan dan
Biklen (1982:29) memberikan contoh seorang peneliti mengamatinya dalam hubungan
sehari-hari, kemudian menjelaskan tentang sikap yang diteliti. Dengan kata
lain, peranan proses dalam penelitian kualitatif besar sekali.
Adanya “Batas”
yang ditentukan oleh “Fokus”
Penelitian
kualitatif menghendaki ditetapkannya batas dalam penelitiannya atas dasar fokus
(identifikasi masalah) yang timbul sebagai masalah dalam penelitian. Hal
tersebut disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut : Pertama,batas
menentukan kenyataan ganda yang kemudian mempertajam fokus. Kedua,
penetapan fokus dapat lebih dekat dihubungkan oleh interaksi antara peneliti
dan fokus. Dapat lebih dekat di hubungkan oleh interaksi antara peneliti
dan fokus. Dengan kata lain, bagaimana pun, penetapan fokus sebagai masalah
penelitian artinya dalam usaha menemukan batas penelitian. Dengan hal itu
dapatlah peneliti menemukan lokasi penelitian.
Adanya Kriteria Khusus untuk Keabsahan Data
Penelitian kualitaif meredifinisikan validitas,
reliabilitas, dan objektivitas dalam versi lain dibandingkan dengan lazim
digunakan dalam penelitian klasik. Menurut Licoln dan Guba (198~:43) hal itu
disebabkan hal-hal sebagai berikut: Pertama oleh validitas internal cara lama
telah gagal karena hal itu menggunakan isomorfisme antara hasil penelitian dan
kenyataan tunggal dimana penelitian dapat dikonvergasikan. Kedua, validitas eksternal
gagal karena tidak taat asas dengan aksioma (satu perangkat kepercayaan yang
didasarkan atas asumsi-asumsi tertentu yang sudah terbentuk dalam diri
peneliti) dasar dari generalisasinya; Ketiga, kriteria reabilitas ggal karena
mempersyaratkan stabilitas dan keterlakasnaan secara mutlak dan keduanya
tidakmungkin digunakan dalam paradigma yang didasarkan atas desain yang dapat
berubah-ubah. Keempat, kriteria objektivitas gagal karena penelitian
kuantitatif justru memberi kesempatan interaksi antara peneliti-responden dan
peranan nilai.
Desain yang bersifat Sementara /temporal
Penelitian kualitatif desain yang secara terus-menerus
disesuaikan dengan kenyataan lapangan. Jadi, tidak menggunakan desain yang
telah disusun secara ketat dan kaku sehingg tidak dapat diubah lagi. Hal itu
disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut: Pertama, tidak
dapat dibayangkan sebelumnya tentang kenyataan-kenyataan ganda di lapangan; Kedua, tidak
dapat diramalkan sebelumnya apa yang akan berubah karena hal itu akan terjadi
dalam interaksi antara peneliti dengan kenyataan; Ketiga, bermacam
sistem nilai terkait berhubungan dengan cara yang tidak dapat diramalkan.
Hasil Penelitian Dirundingkan dan Disepakati Bersama
Penelitian
kualitatif lebih menghendaki agar penelitian agar pengertian dari hasil
interprestasi yang diperoleh dirundingkan data dirundingkan dan disepakati oleh
manusia yang dijadikan sebagai sumber data. Hal ini disebabkan oleh beberapa
hal , sebagai berikut: Pertama,susunan kenyataan dari merekalah yang akan diangkat
oleh peneliti Kedua, hasil penelitian bergantung pada
hakikat dan kualitas hubungan antara pencari dengan yang dicari Ketiga, konfirmasi
hipotesis, kerja akan menjadi lebih baik verifikasinya apabila diketahui dan
dikonfirmasikan oleh orang-orang yang ada kaitannya dengan yang diteliti.

Posting Komentar